Polinomial
Pada aljabar, fungsi polinomial atau disingkat polinomial, adalah suatu fungsi yang berbentuk
Seringkali yang menjadi masalah adalah mendapatkan akar dari polinomial tersebut. Contohnya adalah sebagai berikut
Berapa nilai-nilai x yang memenuhi persamaan di atas? R dapat menyelesaikan dengan mudah, dengan memanfaatkan package polynom. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
> # panggil package polynom
> libray(polynom)
> p<-polynomial(c(-10, 21, -12, 1))
> p
-10 + 21*x - 12*x^2 + x^3
> solve(p)
[1] 1 1 10
Perhatikan bahwa pada fungsi polynomial argumennya merupakan koefisien-koefisie polinom yang akan kita cari akarnya dan ditulis secara menurun, dari pangkat paling rendah ke yang paling tinggi. Fungsi R polynomial diatas disimpan ke objek (variabel) p. Fungsi solve dengan argument berupa objek p, akan memberikan nilai-nilai akar, yaitu ada tiga, berturut-turut adalah 1, 1, dan 10.
Untuk menggambarkan bagaimana kurva polinom tersebut
memotong sumbu-x, yang menunjukkan akar-akarnya. Perintah R nya adalah sebagai berikut
> plot(p, ylim=c(-110, 20), col="blue")
> abline(h=0, v=c(1,10), lty=2)
Hasilnya adalah sebagai berikut
Ok. Selamat mencoba …
Polinomial
Pada aljabar, fungsi polinomial atau disingkat polinomial, adalah suatu fungsi yang berbentuk
Seringkali yang menjadi masalah adalah mendapatkan akar dari polinomial tersebut. Contohnya adalah sebagai berikut
Berapa nilai-nilai x yang memenuhi persamaan di atas? R dapat menyelesaikan dengan mudah, dengan memanfaatkan package polynom. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
> # panggil package polynom
> libray(polynom)
> p<-polynomial(c(-10, 21, -12, 1))
> p
-10 + 21*x - 12*x^2 + x^3
> solve(p)
[1] 1 1 10
Perhatikan bahwa pada fungsi polynomial argumennya merupakan koefisien-koefisie polinom yang akan kita cari akarnya dan ditulis secara menurun, dari pangkat paling rendah ke yang paling tinggi. Fungsi R polynomial diatas disimpan ke objek (variabel) p. Fungsi solve dengan argument berupa objek p, akan memberikan nilai-nilai akar, yaitu ada tiga, berturut-turut adalah 1, 1, dan 10.
Untuk menggambarkan bagaimana kurva polinom tersebut
memotong sumbu-x, yang menunjukkan akar-akarnya. Perintah R nya adalah sebagai berikut
> plot(p, ylim=c(-110, 20), col="blue")
> abline(h=0, v=c(1,10), lty=2)
Hasilnya adalah sebagai berikut
Ok. Selamat mencoba …
Polinomial
Pada aljabar, fungsi polinomial atau disingkat polinomial, adalah suatu fungsi yang berbentuk
Seringkali yang menjadi masalah adalah mendapatkan akar dari polinomial tersebut. Contohnya adalah sebagai berikut
Berapa nilai-nilai x yang memenuhi persamaan di atas? R dapat menyelesaikan dengan mudah, dengan memanfaatkan package polynom. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
> # panggil package polynom
> libray(polynom)
> p<-polynomial(c(-10, 21, -12, 1))
> p
-10 + 21*x - 12*x^2 + x^3
> solve(p)
[1] 1 1 10
Perhatikan bahwa pada fungsi polynomial argumennya merupakan koefisien-koefisie polinom yang akan kita cari akarnya dan ditulis secara menurun, dari pangkat paling rendah ke yang paling tinggi. Fungsi R polynomial diatas disimpan ke objek (variabel) p. Fungsi solve dengan argument berupa objek p, akan memberikan nilai-nilai akar, yaitu ada tiga, berturut-turut adalah 1, 1, dan 10.
Untuk menggambarkan bagaimana kurva polinom tersebut
memotong sumbu-x, yang menunjukkan akar-akarnya. Perintah R nya adalah sebagai berikut
> plot(p, ylim=c(-110, 20), col="blue")
> abline(h=0, v=c(1,10), lty=2)
Hasilnya adalah sebagai berikut
Ok. Selamat mencoba …
Grafik Tiga Dimensi
> # plot-plot 3D menggunakan: persp, contour, image
> # Bangun Bidang Datar
> x <- y <- seq(-5, 5, length=50)
> # Untuk membuat dimensi yang ketiga, kita membutuhkan fungsi "outer"
> z <- outer(x, y, "+")
> persp(x, y, z )
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Untuk fungsi yang lebih kompleks, definisikan fungsinya terlebih dahulu. Contoh berikut ini adalah menggambarkan grafik fungsi berikut:
> # misalkan fungsinya diberi nama f2
> f2 <- function(x, y){ x * sin(y) + y*sin(x)}
> z2 <- outer(x, y, "f2")
> persp( x, y, z2)
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Perintah berikut ini memberikan perpektif yang lebih baik
> persp(x, y, z2, theta=45, phi=45, col="slateblue")
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Argumen col pada fungsi persp akan memberikan warna pada grafik yang kita buat. Untuk melihat warna-warna apa saja yang dapat diterima oleh R, gunakan perintah berikut ini:
> colors() # atau
> colours()
Perintah R berikut ini memberikan gambar lain yang lebih menarik. Fungsi yang ingin digambarkan adalah:
> x <- seq(-10, 10, length= 50)
> y <- x
> f <- function(x,y) { r <- sqrt(x^2+y^2); 10 * sin(r)/r }
> z <- outer(x, y, f)
> persp(x, y, z, theta=45, phi=30, col="skyblue")
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Perintah R berikut ini memberikan gambar fungsi yang sama, tetapi dengan perspektif yang lain (theta = 30 dan phi = 45), dan warna kuning (col = "orange").
> persp(x, y, z, theta=30, phi=45, col="orange")
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Perintah R berikut ini memberikan gambar fungsi yang sama, tetapi dengan detil yang lebih baik.
> persp(x, y, z, theta = 30, phi = 30, col = "lightblue",
+ ltheta = 120, shade = 0।75, ticktype = "detailed",
+ xlab = "X", ylab = "Y", zlab = "f(x, y)" )
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Bidang "Countour"Bidang countour merupakan proyeksi grafik tiga dimensi kebidang XY, yang mana ketinggian grafik digambarkan oleh garis-garis countour yang samakin rapat atau padat. Perintah-perintah berikut ini menggambarkan bidang countour tersebut, dengan fungsi R countour dan image.
> contour(x, y, z)
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
> image(x, y, z)
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
> image(x, y, z, col=rainbow(n=100))
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
> image(x, y, z, col=terrain.colors(n=100))
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Grafik Tiga Dimensi
> # plot-plot 3D menggunakan: persp, contour, image
> # Bangun Bidang Datar
> x <- y <- seq(-5, 5, length=50)
> # Untuk membuat dimensi yang ketiga, kita membutuhkan fungsi "outer"
> z <- outer(x, y, "+")
> persp(x, y, z )
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Untuk fungsi yang lebih kompleks, definisikan fungsinya terlebih dahulu. Contoh berikut ini adalah menggambarkan grafik fungsi berikut:
> # misalkan fungsinya diberi nama f2
> f2 <- function(x, y){ x * sin(y) + y*sin(x)}
> z2 <- outer(x, y, "f2")
> persp( x, y, z2)
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Perintah berikut ini memberikan perpektif yang lebih baik
> persp(x, y, z2, theta=45, phi=45, col="slateblue")
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Argumen col pada fungsi persp akan memberikan warna pada grafik yang kita buat. Untuk melihat warna-warna apa saja yang dapat diterima oleh R, gunakan perintah berikut ini:
> colors() # atau
> colours()
Perintah R berikut ini memberikan gambar lain yang lebih menarik. Fungsi yang ingin digambarkan adalah:
> x <- seq(-10, 10, length= 50)
> y <- x
> f <- function(x,y) { r <- sqrt(x^2+y^2); 10 * sin(r)/r }
> z <- outer(x, y, f)
> persp(x, y, z, theta=45, phi=30, col="skyblue")
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Perintah R berikut ini memberikan gambar fungsi yang sama, tetapi dengan perspektif yang lain (theta = 30 dan phi = 45), dan warna kuning (col = "orange").
> persp(x, y, z, theta=30, phi=45, col="orange")
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Perintah R berikut ini memberikan gambar fungsi yang sama, tetapi dengan detil yang lebih baik.
> persp(x, y, z, theta = 30, phi = 30, col = "lightblue",
+ ltheta = 120, shade = 0।75, ticktype = "detailed",
+ xlab = "X", ylab = "Y", zlab = "f(x, y)" )
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Bidang "Countour"Bidang countour merupakan proyeksi grafik tiga dimensi kebidang XY, yang mana ketinggian grafik digambarkan oleh garis-garis countour yang samakin rapat atau padat. Perintah-perintah berikut ini menggambarkan bidang countour tersebut, dengan fungsi R countour dan image.
> contour(x, y, z)
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
> image(x, y, z)
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
> image(x, y, z, col=rainbow(n=100))
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
> image(x, y, z, col=terrain.colors(n=100))
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Grafik Tiga Dimensi
> # plot-plot 3D menggunakan: persp, contour, image
> # Bangun Bidang Datar
> x <- y <- seq(-5, 5, length=50)
> # Untuk membuat dimensi yang ketiga, kita membutuhkan fungsi "outer"
> z <- outer(x, y, "+")
> persp(x, y, z )
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Untuk fungsi yang lebih kompleks, definisikan fungsinya terlebih dahulu. Contoh berikut ini adalah menggambarkan grafik fungsi berikut:
> # misalkan fungsinya diberi nama f2
> f2 <- function(x, y){ x * sin(y) + y*sin(x)}
> z2 <- outer(x, y, "f2")
> persp( x, y, z2)
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Perintah berikut ini memberikan perpektif yang lebih baik
> persp(x, y, z2, theta=45, phi=45, col="slateblue")
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Argumen col pada fungsi persp akan memberikan warna pada grafik yang kita buat. Untuk melihat warna-warna apa saja yang dapat diterima oleh R, gunakan perintah berikut ini:
> colors() # atau
> colours()
Perintah R berikut ini memberikan gambar lain yang lebih menarik. Fungsi yang ingin digambarkan adalah:
> x <- seq(-10, 10, length= 50)
> y <- x
> f <- function(x,y) { r <- sqrt(x^2+y^2); 10 * sin(r)/r }
> z <- outer(x, y, f)
> persp(x, y, z, theta=45, phi=30, col="skyblue")
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Perintah R berikut ini memberikan gambar fungsi yang sama, tetapi dengan perspektif yang lain (theta = 30 dan phi = 45), dan warna kuning (col = "orange").
> persp(x, y, z, theta=30, phi=45, col="orange")
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Perintah R berikut ini memberikan gambar fungsi yang sama, tetapi dengan detil yang lebih baik.
> persp(x, y, z, theta = 30, phi = 30, col = "lightblue",
+ ltheta = 120, shade = 0।75, ticktype = "detailed",
+ xlab = "X", ylab = "Y", zlab = "f(x, y)" )
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Bidang "Countour"Bidang countour merupakan proyeksi grafik tiga dimensi kebidang XY, yang mana ketinggian grafik digambarkan oleh garis-garis countour yang samakin rapat atau padat. Perintah-perintah berikut ini menggambarkan bidang countour tersebut, dengan fungsi R countour dan image.
> contour(x, y, z)
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
> image(x, y, z)
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
> image(x, y, z, col=rainbow(n=100))
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
> image(x, y, z, col=terrain.colors(n=100))
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Analisis Numerik
R dapat digunakan untuk mencari akar persamaan Matematika. contohnya adalah akar persamaan berikut ini:
Perintahnya adalah sebagai berikut.
> # Penyelesaian Akar Persamaan
> # - variabel tunggal (univariate)
> # Definisikan fungsinya, misal f.akar
> f.akar <- function(x){ x - cos(x^2) }
> x <- seq(0, pi, length=100)
> plot(x, f.akar(x), type="l")
> abline(h=0, lwd=2, col=2)
Perintah tersebut akan menampilkan grafik berikut.
> uniroot(f = f.akar, interval=c(0.5, 1) )
Outputnya adalah$root
[1] 0.8010704
[1] -8.13351e-07
$iter[1] 4
Ok Sekian dulu lain kali sambung lagi.















