Statistik Deskriptif
Jawaban UTS I0284 Statistika
Teknik Simulasi: Kode Program yang lebih baik?
Slide Pengendalian Kualitas
Sedangkan slide (PPT) Montgomery dapat diunduh di http://www.sendspace.com/file/ozs595
Latihan Soal I0284 Statistika
Jawaban diberikan dengan bantuan R... Anda dapat mencobanya dan menjawabnya secara manual. Pada saat UTS Anda tidak perlu menjawab dalam bahasa R, jawaban harus diberikan secara manual.
PPT untuk MK I0284 Statistika
PPT StatBisnis Slide 01 - 08 dapat di unduh di http://www.sendspace.com/file/562n12
PPT StatBisnis Slide 09 - 16 dapat di unduh di http://www.sendspace.com/file/ubtro4
PPT StatBisnis Slide 07 - 21 dapat di unduh di http://www.sendspace.com/file/v6ife9
Ok selamat belajar ...........
Tugas 01 & 02 Matematika Diskret
Kode Program untuk Tugas 02 Teknik SImulasi
ok
Tabel Statistik
download disini:
http://www.kitaupload.com/download.php?file=23ec220course_statstables0203.7z
Pengendalian Kualitas
Slide dari Buku Montgomery dapat di unduh di http://ifile.it/inrdpu6/StatQualityControl.7z
untuk mendowload slide Montgomery ini klik terlebih dahulu request download ticket, kemudian klik download.
Tugas 01 bisa diunduh di http://www.sendspace.com/file/6ok6ih ... Kumpulkan tanggal 30 Oktober 2009 ....
Pemodelan Sistem & Teknik Simulasi
Power point perkuliahan pemodelan sistem dan Teknik Simulasi dapat Anda di unduh di situs berikut -> http://www.sendspace.com/file/ocgorv. ok
Bacalah makalah yang berjudul "Introduction To Simulation" berikut, makalah dapat di unduh di http://www.sendspace.com/file/wyc7q9. ok
Tugas 01. Unduhlah berkas tugas berikut di sini, kemudian jawab pertanyaan-pertanyaan yang ada. Kumpulkan paling lambat pada pertemuan ke-4. .....
eBook Statistika
Ingat untuk mengunduh di http://ifile.it/nomwhjl, klik terlebih dahulu request download ticket kemudian klik download.
Tugas 01 (Berkelompok) mata kuliah I0284 Statistika
Tugas agar dilengkapi dengan Cover, template cover dapat diunduh di http://www.sendspace.com/file/c9llk5
Data Tinggi, Berat, dan Gender kelas 01 PJM
Manual Bahasa R
Daftar Anggota Kelas 01PEM
Daftar Anggota Kelas 01PJM
Matematika Diskret
PPT Tambahan untuk Met. Penelitian (USahid & Binus)
Latihan untuk UAS Statistik Industri dan Statistik Probabilita
Tugas Mandiri Statistik Probabilita
Latihan UTS Metodologi Penelitian
Latihan UTS Metodologi Penelitian
Tabel Statistik
Bisa juga link disini.
Tabel Z, t, F dan Chi-Kuadrat download disini.
Situs Web tabel-tabel statistik yang lebih lengkap link disini.
Tabel Binomial komulatif dapat di download disini.
Tabel Poison komulatif dapat di download disini.
Tabel Statistik
Bisa juga link disini.
Tabel Z, t, F dan Chi-Kuadrat download disini.
Situs Web tabel-tabel statistik yang lebih lengkap link disini.
Tabel Binomial komulatif dapat di download disini.
Tabel Poison komulatif dapat di download disini.
Tugas Mandiri Statistik Probabilita
Tugas Mandiri Statistik Probabilita
Bahan Kuliah Metodologi Penelitian
1. Pendahuluan (Modul 1), download disini
2. Penelitian Kualitatif (Modul 2), download disini
3. Modul 3 dapat didownload dengan mengklik disini
4. Modul 4 dapat didownload dengan mengklik disini
5. Modul 5 dapat ddownload dengan mengklik disini
6. Kerangka Teori dan Hipotesis (Modul 6), download disini
7. Modul 7 dapat didownload klik disini
8. Modul 8 dapat didownload dengan mengklik disini
9. Modul 9 dapat didownload dengan mengklik disini
10. Modul 10 dapat didownload dengan mengklik disini
Hanya tersedia 10 modul, silahkan dipelajari dengan baik semoga sukses.....
Bahan Kuliah Metodologi Penelitian
1. Pendahuluan (Modul 1), download disini
2. Penelitian Kualitatif (Modul 2), download disini
3. Modul 3 dapat didownload dengan mengklik disini
4. Modul 4 dapat didownload dengan mengklik disini
5. Modul 5 dapat ddownload dengan mengklik disini
6. Kerangka Teori dan Hipotesis (Modul 6), download disini
7. Modul 7 dapat didownload klik disini
8. Modul 8 dapat didownload dengan mengklik disini
9. Modul 9 dapat didownload dengan mengklik disini
10. Modul 10 dapat didownload dengan mengklik disini
Hanya tersedia 10 modul, silahkan dipelajari dengan baik semoga sukses.....
Bahan Kuliah Metodologi Penelitian
1. Pendahuluan (Modul 1), download disini
2. Penelitian Kualitatif (Modul 2), download disini
3. Modul 3 dapat didownload dengan mengklik disini
4. Modul 4 dapat didownload dengan mengklik disini
5. Modul 5 dapat ddownload dengan mengklik disini
6. Kerangka Teori dan Hipotesis (Modul 6), download disini
7. Modul 7 dapat didownload klik disini
8. Modul 8 dapat didownload dengan mengklik disini
9. Modul 9 dapat didownload dengan mengklik disini
10. Modul 10 dapat didownload dengan mengklik disini
Hanya tersedia 10 modul, silahkan dipelajari dengan baik semoga sukses.....
Manual Bahasa R dan Tutorial
Manual Bahasa R dan Tutorial
Manual Bahasa R dan Tutorial
Power Point I0262
Power Point I0262
Power Point I0262
Polinomial
Pada aljabar, fungsi polinomial atau disingkat polinomial, adalah suatu fungsi yang berbentuk
Seringkali yang menjadi masalah adalah mendapatkan akar dari polinomial tersebut. Contohnya adalah sebagai berikut
Berapa nilai-nilai x yang memenuhi persamaan di atas? R dapat menyelesaikan dengan mudah, dengan memanfaatkan package polynom. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
> # panggil package polynom
> libray(polynom)
> p<-polynomial(c(-10, 21, -12, 1))
> p
-10 + 21*x - 12*x^2 + x^3
> solve(p)
[1] 1 1 10
Perhatikan bahwa pada fungsi polynomial argumennya merupakan koefisien-koefisie polinom yang akan kita cari akarnya dan ditulis secara menurun, dari pangkat paling rendah ke yang paling tinggi. Fungsi R polynomial diatas disimpan ke objek (variabel) p. Fungsi solve dengan argument berupa objek p, akan memberikan nilai-nilai akar, yaitu ada tiga, berturut-turut adalah 1, 1, dan 10.
Untuk menggambarkan bagaimana kurva polinom tersebut
memotong sumbu-x, yang menunjukkan akar-akarnya. Perintah R nya adalah sebagai berikut
> plot(p, ylim=c(-110, 20), col="blue")
> abline(h=0, v=c(1,10), lty=2)
Hasilnya adalah sebagai berikut
Ok. Selamat mencoba …
Polinomial
Pada aljabar, fungsi polinomial atau disingkat polinomial, adalah suatu fungsi yang berbentuk
Seringkali yang menjadi masalah adalah mendapatkan akar dari polinomial tersebut. Contohnya adalah sebagai berikut
Berapa nilai-nilai x yang memenuhi persamaan di atas? R dapat menyelesaikan dengan mudah, dengan memanfaatkan package polynom. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
> # panggil package polynom
> libray(polynom)
> p<-polynomial(c(-10, 21, -12, 1))
> p
-10 + 21*x - 12*x^2 + x^3
> solve(p)
[1] 1 1 10
Perhatikan bahwa pada fungsi polynomial argumennya merupakan koefisien-koefisie polinom yang akan kita cari akarnya dan ditulis secara menurun, dari pangkat paling rendah ke yang paling tinggi. Fungsi R polynomial diatas disimpan ke objek (variabel) p. Fungsi solve dengan argument berupa objek p, akan memberikan nilai-nilai akar, yaitu ada tiga, berturut-turut adalah 1, 1, dan 10.
Untuk menggambarkan bagaimana kurva polinom tersebut
memotong sumbu-x, yang menunjukkan akar-akarnya. Perintah R nya adalah sebagai berikut
> plot(p, ylim=c(-110, 20), col="blue")
> abline(h=0, v=c(1,10), lty=2)
Hasilnya adalah sebagai berikut
Ok. Selamat mencoba …
Polinomial
Pada aljabar, fungsi polinomial atau disingkat polinomial, adalah suatu fungsi yang berbentuk
Seringkali yang menjadi masalah adalah mendapatkan akar dari polinomial tersebut. Contohnya adalah sebagai berikut
Berapa nilai-nilai x yang memenuhi persamaan di atas? R dapat menyelesaikan dengan mudah, dengan memanfaatkan package polynom. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
> # panggil package polynom
> libray(polynom)
> p<-polynomial(c(-10, 21, -12, 1))
> p
-10 + 21*x - 12*x^2 + x^3
> solve(p)
[1] 1 1 10
Perhatikan bahwa pada fungsi polynomial argumennya merupakan koefisien-koefisie polinom yang akan kita cari akarnya dan ditulis secara menurun, dari pangkat paling rendah ke yang paling tinggi. Fungsi R polynomial diatas disimpan ke objek (variabel) p. Fungsi solve dengan argument berupa objek p, akan memberikan nilai-nilai akar, yaitu ada tiga, berturut-turut adalah 1, 1, dan 10.
Untuk menggambarkan bagaimana kurva polinom tersebut
memotong sumbu-x, yang menunjukkan akar-akarnya. Perintah R nya adalah sebagai berikut
> plot(p, ylim=c(-110, 20), col="blue")
> abline(h=0, v=c(1,10), lty=2)
Hasilnya adalah sebagai berikut
Ok. Selamat mencoba …
Grafik Tiga Dimensi
> # plot-plot 3D menggunakan: persp, contour, image
> # Bangun Bidang Datar
> x <- y <- seq(-5, 5, length=50)
> # Untuk membuat dimensi yang ketiga, kita membutuhkan fungsi "outer"
> z <- outer(x, y, "+")
> persp(x, y, z )
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Untuk fungsi yang lebih kompleks, definisikan fungsinya terlebih dahulu. Contoh berikut ini adalah menggambarkan grafik fungsi berikut:
> # misalkan fungsinya diberi nama f2
> f2 <- function(x, y){ x * sin(y) + y*sin(x)}
> z2 <- outer(x, y, "f2")
> persp( x, y, z2)
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Perintah berikut ini memberikan perpektif yang lebih baik
> persp(x, y, z2, theta=45, phi=45, col="slateblue")
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Argumen col pada fungsi persp akan memberikan warna pada grafik yang kita buat. Untuk melihat warna-warna apa saja yang dapat diterima oleh R, gunakan perintah berikut ini:
> colors() # atau
> colours()
Perintah R berikut ini memberikan gambar lain yang lebih menarik. Fungsi yang ingin digambarkan adalah:
> x <- seq(-10, 10, length= 50)
> y <- x
> f <- function(x,y) { r <- sqrt(x^2+y^2); 10 * sin(r)/r }
> z <- outer(x, y, f)
> persp(x, y, z, theta=45, phi=30, col="skyblue")
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Perintah R berikut ini memberikan gambar fungsi yang sama, tetapi dengan perspektif yang lain (theta = 30 dan phi = 45), dan warna kuning (col = "orange").
> persp(x, y, z, theta=30, phi=45, col="orange")
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Perintah R berikut ini memberikan gambar fungsi yang sama, tetapi dengan detil yang lebih baik.
> persp(x, y, z, theta = 30, phi = 30, col = "lightblue",
+ ltheta = 120, shade = 0।75, ticktype = "detailed",
+ xlab = "X", ylab = "Y", zlab = "f(x, y)" )
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Bidang "Countour"Bidang countour merupakan proyeksi grafik tiga dimensi kebidang XY, yang mana ketinggian grafik digambarkan oleh garis-garis countour yang samakin rapat atau padat. Perintah-perintah berikut ini menggambarkan bidang countour tersebut, dengan fungsi R countour dan image.
> contour(x, y, z)
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
> image(x, y, z)
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
> image(x, y, z, col=rainbow(n=100))
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
> image(x, y, z, col=terrain.colors(n=100))
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Grafik Tiga Dimensi
> # plot-plot 3D menggunakan: persp, contour, image
> # Bangun Bidang Datar
> x <- y <- seq(-5, 5, length=50)
> # Untuk membuat dimensi yang ketiga, kita membutuhkan fungsi "outer"
> z <- outer(x, y, "+")
> persp(x, y, z )
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Untuk fungsi yang lebih kompleks, definisikan fungsinya terlebih dahulu. Contoh berikut ini adalah menggambarkan grafik fungsi berikut:
> # misalkan fungsinya diberi nama f2
> f2 <- function(x, y){ x * sin(y) + y*sin(x)}
> z2 <- outer(x, y, "f2")
> persp( x, y, z2)
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Perintah berikut ini memberikan perpektif yang lebih baik
> persp(x, y, z2, theta=45, phi=45, col="slateblue")
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Argumen col pada fungsi persp akan memberikan warna pada grafik yang kita buat. Untuk melihat warna-warna apa saja yang dapat diterima oleh R, gunakan perintah berikut ini:
> colors() # atau
> colours()
Perintah R berikut ini memberikan gambar lain yang lebih menarik. Fungsi yang ingin digambarkan adalah:
> x <- seq(-10, 10, length= 50)
> y <- x
> f <- function(x,y) { r <- sqrt(x^2+y^2); 10 * sin(r)/r }
> z <- outer(x, y, f)
> persp(x, y, z, theta=45, phi=30, col="skyblue")
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Perintah R berikut ini memberikan gambar fungsi yang sama, tetapi dengan perspektif yang lain (theta = 30 dan phi = 45), dan warna kuning (col = "orange").
> persp(x, y, z, theta=30, phi=45, col="orange")
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Perintah R berikut ini memberikan gambar fungsi yang sama, tetapi dengan detil yang lebih baik.
> persp(x, y, z, theta = 30, phi = 30, col = "lightblue",
+ ltheta = 120, shade = 0।75, ticktype = "detailed",
+ xlab = "X", ylab = "Y", zlab = "f(x, y)" )
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Bidang "Countour"Bidang countour merupakan proyeksi grafik tiga dimensi kebidang XY, yang mana ketinggian grafik digambarkan oleh garis-garis countour yang samakin rapat atau padat. Perintah-perintah berikut ini menggambarkan bidang countour tersebut, dengan fungsi R countour dan image.
> contour(x, y, z)
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
> image(x, y, z)
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
> image(x, y, z, col=rainbow(n=100))
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
> image(x, y, z, col=terrain.colors(n=100))
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Grafik Tiga Dimensi
> # plot-plot 3D menggunakan: persp, contour, image
> # Bangun Bidang Datar
> x <- y <- seq(-5, 5, length=50)
> # Untuk membuat dimensi yang ketiga, kita membutuhkan fungsi "outer"
> z <- outer(x, y, "+")
> persp(x, y, z )
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Untuk fungsi yang lebih kompleks, definisikan fungsinya terlebih dahulu. Contoh berikut ini adalah menggambarkan grafik fungsi berikut:
> # misalkan fungsinya diberi nama f2
> f2 <- function(x, y){ x * sin(y) + y*sin(x)}
> z2 <- outer(x, y, "f2")
> persp( x, y, z2)
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Perintah berikut ini memberikan perpektif yang lebih baik
> persp(x, y, z2, theta=45, phi=45, col="slateblue")
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Argumen col pada fungsi persp akan memberikan warna pada grafik yang kita buat. Untuk melihat warna-warna apa saja yang dapat diterima oleh R, gunakan perintah berikut ini:
> colors() # atau
> colours()
Perintah R berikut ini memberikan gambar lain yang lebih menarik. Fungsi yang ingin digambarkan adalah:
> x <- seq(-10, 10, length= 50)
> y <- x
> f <- function(x,y) { r <- sqrt(x^2+y^2); 10 * sin(r)/r }
> z <- outer(x, y, f)
> persp(x, y, z, theta=45, phi=30, col="skyblue")
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Perintah R berikut ini memberikan gambar fungsi yang sama, tetapi dengan perspektif yang lain (theta = 30 dan phi = 45), dan warna kuning (col = "orange").
> persp(x, y, z, theta=30, phi=45, col="orange")
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Perintah R berikut ini memberikan gambar fungsi yang sama, tetapi dengan detil yang lebih baik.
> persp(x, y, z, theta = 30, phi = 30, col = "lightblue",
+ ltheta = 120, shade = 0।75, ticktype = "detailed",
+ xlab = "X", ylab = "Y", zlab = "f(x, y)" )
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Bidang "Countour"Bidang countour merupakan proyeksi grafik tiga dimensi kebidang XY, yang mana ketinggian grafik digambarkan oleh garis-garis countour yang samakin rapat atau padat. Perintah-perintah berikut ini menggambarkan bidang countour tersebut, dengan fungsi R countour dan image.
> contour(x, y, z)
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
> image(x, y, z)
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
> image(x, y, z, col=rainbow(n=100))
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
> image(x, y, z, col=terrain.colors(n=100))
Grafik yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
Analisis Numerik
R dapat digunakan untuk mencari akar persamaan Matematika. contohnya adalah akar persamaan berikut ini:
Perintahnya adalah sebagai berikut.
> # Penyelesaian Akar Persamaan
> # - variabel tunggal (univariate)
> # Definisikan fungsinya, misal f.akar
> f.akar <- function(x){ x - cos(x^2) }
> x <- seq(0, pi, length=100)
> plot(x, f.akar(x), type="l")
> abline(h=0, lwd=2, col=2)
Perintah tersebut akan menampilkan grafik berikut.
> uniroot(f = f.akar, interval=c(0.5, 1) )
Outputnya adalah$root
[1] 0.8010704
[1] -8.13351e-07
$iter[1] 4
Ok Sekian dulu lain kali sambung lagi.















